Prancis akan memotong visa untuk Afrika Utara dalam sengketa migrasi

Seorang juru bicara pemerintah Prancis mengatakan Prancis berencana untuk mengurangi jumlah visa yang dikeluarkan untuk orang-orang di Afrika Utara karena pemerintah di sana menolak untuk menerima kembali migran yang dideportasi.

Pemerintah Prancis berencana untuk mengurangi jumlah visa yang diberikan kepada orang Aljazair dan Maroko hingga setengahnya, dan kepada Tunisia sebesar 30%, jaringan radio Prancis Europe-1 melaporkan.

Juru bicara pemerintah Gabriel Attal mengatakan Prancis memutuskan untuk mengambil tindakan mulai dalam beberapa minggu karena Aljazair, Maroko dan Tunisia telah menolak untuk memberikan dokumen konsuler bagi warganya yang dideportasi dari Prancis setelah tiba secara ilegal.

Ketiga negara itu adalah bagian dari kerajaan kolonial Prancis, dan banyak migran yang menuju Eropa yang datang dari negara-negara Afrika Utara memiliki keluarga atau ikatan lain di Prancis.

Setelah pengumuman itu, kantor Presiden Tunisia Kais Saied mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Kami adalah salah satu negara yang bekerja sama dalam domain ini, dan kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Prancis.” Seorang pejabat Tunisia mengatakan upaya sedang dilakukan untuk menemukan solusi melalui saluran diplomatik.

———

Ikuti semua liputan migrasi AP di https://apnews.com/hub/migration